AD (728x90)

Feature Top (Full Width)

Latest Updates

Kamis, 14 Januari 2016

Menimbang Untung Rugi UU Minerba

Postingan lama, sekitar 2 tahun lalu yang saya rasa masih relevan.



UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batubara bara memang menjadi sorotan serius belakangan ini. Undang-Undang yang mengatur tentang larangan ekspor barang tambang mentah ini pun menuai pro dan kontra dari bernagai pihak, mulai dari pihak pengusaha tambang hinga pihak importir. Masalah yang terjadi adalah mulai tanggal 12 januari 2014 perusahaan tambang dilarang untuk mengekspor barang tambang dalam bentuk mentah, melainkan harus diolah dulu untuk mengekstraksi dan memurnikan menjadi logam atau paduan logam. Beberapa pihak sempat berkomentar bahwa negara berpontensi mengalami kerugian lebih dari 40 Triliyun apabila UU Minerba ini tetap diterapkan, dan bahkan beberapa perusahaan terancam tutup akibat UU ini. Permasalahan yang terjadi pada indrutri pertambangan adalah begitu banyak perusahan tambang di Indonesia yang tidak memiliki smelter sehingga terpaksa mengekspor hasil tambang dalam bentuk bijih mentah. Harga smelter yang cukup mahal, mencapai 500 milyar bahkan ada yang sampai seharga 1 triliyur lebih, membuat beberapa perusahaan tambang kembali berpikir ulang untuk membeli smelter. Dampak ini sangat dirasakan oleh perusahan tambang yang beroperasi dalam skala kecil, mereka kebingungan dalam mengolah hasil tambangnya. Benarkah negara berpotensi mengalami kerugian senilai lebih dari 40 triluyun tersebut. Mungkin secara hitungan matematika dan analisis ekonomi memang hal ini ada benarnya. Tapi sampai kapan negara dalam hal ini perusahaan tambang akan menjual hasil tambang mentah keluar negeri?. Jika dihitung kembali dengan teliti negara akan sangat rugi apabila apabila terus-terusan menjual hasil tambang mentah ke luar negeri. Karena jika hasil tambang mentah itu diolah di dalam negeri harganya bisa mencapai 600 kali lipat dari harga mentahnya. Memang untuk saat ini hal tersebut sangat sulit mengingat masih banyak perusahan tambang yang tidak memiliki smelter dan tidak tau harus berbuat apa tentang bahan tambangnya akibat kebijakan ini. Tetapi itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha tambang di Indonesia. Sebagai contoh perusahan tambang mengekspor bauksit ke luar negeri, tetapi kemudian kembali mengekspor alumina untuk kemudian diolah menjadi alumunium. Padahal jika bauksit tidak diekspor keluar negeri perusahan-perusahan metalurgi yang mengolah alumunium tidak harus merogoh kocek yang terlalu dalam untuk memperoleh alumina. Selain itu negara juga bisa mengalami kerugian karena bahan galian yang diekspor tersebut tidak hanya mengandung satu jenis logam tertentu. Sebut saja tembaga, dalam bijih tembaga tersebut bisa jadi terdapat kandungan emas ataupun uranium, walaupun kadarnya sangat kecil tapi bisa bernilai ekonomis jika bijih yang diekspor dalam skala besar. Akan tetapi apapun yang terjadi dan menjadi polemik saat ini masyarakat tentu mengaharapkan bangsa ini bisa mengolah sumber daya yang dikandungnya sendiri tanpa harus menjual 'tanah air' kita kepada bangsa asing. Selain itu harapannya dengan adanya undang undang ini bangsa kita semakin mandiri dan dapat membuka kembali lapangan kerja yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat. [FSN]

Review Film The Intern (2015)

   
 
Ratings: 7.2/10 from 59,840 users   Metascore: 51/100 
Reviews: 179 user | 202 critic | 36 from Metacritic.com



Distributor: Warner Bros.Release Date:September 25, 2015
Genre: ComedyRuntime: 2 hrs. 1 min.
MPAA Rating: PG-13Production Budget: $35 million

The Players
Director:Nancy Meyers
Writer:Nancy Meyers
Actors:Robert DeNiro
Anne Hathaway
Rene Russo
Total Lifetime Grosses
Domestic: $75,764,672   39.0%
Foreign: $118,300,000   61.0%

Worldwide: $194,064,672
     The Intern (2015) film yang diprodksi oleh Warner Bros ini menceritakan tentang seorang duda tua berumur 70 tahun yang secara resmi telah pensiun dari pekerjaannya, Ben Whittaker (Robert De Niro). Anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di kota lain, menyisakan dia yang harus menjalani kehidupan panjang sendiri. awalnya ia tidak terlalu dirudung kesepeian kaena setelah istrinya meninggal ia menguras seluruh tabungan yang ada untuk berjalan-jalan ke luar negeri. Menikmati indahnya dunia dalam kesendirian. Hingga akhirnya ia kembali pada rutinitas kehidupan pria tua, rutinitas dalam kespian yang membuat ia merasa tidak nyaman sama sekali. 
   
     Suatu hari ketika pulang berbelanja ia menemukan sebuah brosur mengenai penawaran magang untuk orang tua (Senior Intern Program) dengan syarat utama berumur lebih dari 65 tahun. karena ia merasa butuh rutinitas yang bisa membuatnya bahagia dan juga ia membutuhkan banyak teman karena hari demi hari hari dia harus menghadiri pemakaman. Akhirnya ia memutuskan mengajukan tawaran menjadi staff magang senior. 

    Tidak terlalu sulit bagi seseorang yang telah bekerja selama 40 tahun mendapatkan tempat sebagai staff magang senior, selain dia juga memenuhi segala kualifikasi yang diajukan oleh perusahan. Disinilah ia bertemu dengan Jules Ostin (Anne Hathaway) CEO dari sebuah perusahan e-commerce yang bergerak di bidang fashion. Ben bekerja sebagai asisten magang untuk Jules. Jules adalh seorang yang skeptis terhadap ben awalnya. Tipikal wanita dingin, membuatnya tidak terlalu peduli dengan keberadaan Ben. tetapi Ben tettap sabar menunggu panggilan kerja dari Jules. Hingga akhirnya Ben mendapatkan perhatian Jules, satu-satunya orang yang sangat dingin terhadap dia. Bahkan seisi kantor menyukai Ben, karena ia dengan sangat mudah bergaul. 

     Perlahan Ben mulai memasuki cerita kehidupan Jules, pada awalnya Jules sedikit merasa terganggu dengan perhatian yang diberikan oleh Ben. Sempat Jules memindahkan pekerjaan Ben, tetapi pada akhirya ia kembali meminta agar Ben kembali menjadi asisten staff magangnya. Selanjutnya dimulailah perjalanan staff magang senior dengan CEO sebuah start-up company menghabiskan waktu untuk program magangnya!
   
    Bagi saya pribadi film ini lebih banyak porsi dramanya dari pada porsi komedinya sendiri. saya menikmati film ini, tetapi tidak terlalu larut dalam cerita film ini, yang artinya film ini tidak terlalu banyak merubah mood saya. tetapi film ini tidak buruk, ceritanya malah lumayan bagus, dan tidak akan menyesal menonton film. Karena tidak semua hal dalam film ini sifatnya komedi, ada beberapa sis drama yang membuat kita terdiam, atau omen sedih dan bahagia yang membuat kita terpukau. Saya rasa pada film ini Nancy Meyers sang sutradara kurang mengeksplore sisi fragile dari penonton, sehingga rasanya porsi untuk sedih, kecewa dan bahagia terasa tanggung.

     Saya sebelumnya pernah juga meonoton film yang disutradarai oleh Nancy Meyers, yaitu filmnya yang berjudul The Holiday (2006) menurut saya film nya tersebut (the holiday -red) lebih menguras emosi. dibintangi oleh Cameron Diaz, Kate Winslet dan Jude Law saya rasa dalam Film tersebut Nancy Meyers dengan sangat baik mempermainkan emosi pemirsa, selain ceritanya yang juga fresh. tetapi secara rating di IMDb film The Intern memliki rating lebih tinggi (7,2) dari pada Th Holiday (6,9) tapi pada akhirnya tergantung preferensi masing-masing.

     Jadi mnurut saya film The Intern layak saya berikan nilai 6,5 dari skala 10. Saya rasa bagi anda yang ingin menonton film ini tidak akan rugi. Ditambah lagi peran RObert de Niro dan Anne Hathaway juga sangat luar biasa. Terlebih lagi kecantikan dari Anne Hathaway. Bagi yang ingin meonton Film ini, silahkan menikmati!

[FSN] Movie addict.

Menanti Bintang Baru di Anfield

     Tadi malam Anfield Satdium menyajikan laga yang menakjubkan saat Liverpool menjamu Arsenal. Kedua tim menunjukkan permainan apik, umpan2 pendek yang cepat diperagakan oleh kedua tim. Kedua tim yang bermain aggresive dan menyerang menghasilkan banyak gol, pertandingan pun terjadi dengan ritme yang sangat tinggi. Jual beli serangan menunjukkan betapa sepakbola menyerang arsenal dan gegenpressing nya Juergen Klopp dengan pressing tinggi pasti membuat penonton yang membeli tiket langsung menonton di stadium tidak akan kecewa. Gol demi gol pun terjadi diawalai gol dari Roberto Firmino memanfaatkan bola mentah dari tendangan Emre Can yang tidak dapat diantisipasi oleh Peter Cech, tetapi tidak lama berselang Arsenal menyamakan kedudukan lewat tendangan Ramsey meneruskan umpan Campbell. Gol kedua kembali datang dari kaki Firmino, tendangan spektakulernya bersarang tepat di pojok kiri atas gawang Cech, kembali tidak lama berselang Oliver Giroud menyamakan kedudkan memanfaatkan tendangan sudut dari Ramsey.
   
     Kedudkan imbang pun bertahan sampai jeda bak pertama. Babak kedua giliran Arsenal mengungguli Liverpool tendangan kaki kiri dari Oliver Giroud bersarang kiri gawang simon Mignolet yang tidak bisa bergerak sam sekali. beruntung menjelang pertadingan berakhir Liverpool berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan Allen yang memanfaatkan umpan sundulan dari Benteke. Skor imbang sepertinya cukup adil untuk kedua tim, melihat performa yang sama sama bagus dari tim tuan rumah maupun tim tamu.

source : https://www.reddit.com
     Tetapi ada hal yang menarik dari pertandingan tadi malam yaitu performa Roberto Firmino yang begitu luar biasa. dia berhasil mengacak pertahanan Arsenal. Firmino sendiri nyaris mencetak hattrick tadi malam andai saja satu tendangannya tidak mengenai mistar gawang Arsenal. Karena penampilan nya yang gemilang pula Firmino mendapatkan Man of the Match versi whoscored dengan nilai 9,2 mengungguli nilai 8,6 yang dicatatkan Oliver Giroud. Sejauh ini Firmino memang cuma mampu menyarangkan 3 gol dan 3 assist dari 12 pertandingan Premier League, dimana dari 12 pertandingan tersebut setengah dia memulai pertandingan dari bangku cadangan. Tapi mengingat posisi dia yang biasanya dijadikan false nine, bukan stiker murni hal ini cukup menggembirakan. Lagi pula ini merupakan musi pertamanya bermain di Premiere League, dan tentunya dia butuh adaptasi terlebih dahulu.

    Roberto Firmino memang bukan lah pemain baru, sebelumnya dia pernah bermain di Hoffenheim, klub kasta pertama liga Jerman. Dia juga berhasil mencploskan 38 gl di bundesliga dari 140 pertandingan selama 5 tahun bermain di di Bundesliga. Dengan prestasi terbaik adalah 16 gol pada musim 2013/2014 yang hanya berjarak 4 gol dari topskor bundesliga tahun tersebut, Robert Lewandowski. Melihat perkembangan yang signifikan dari Firmino memang dia menunjukkan performa yang semakin baik hari dmei hari, dribbling yang sangat baik dan tendangan yang lumayan bagus bisa menjadi kunci kesuksesan dia menjadi pemain besar suatu hari nanti.

     Beberapa tahun terakhir memang Liverpool sangat kekurangan pemain bintang dan berkualitas yang menyebabkan mereka sulit bersaing di Premiere League. Ditambah lagi Liverpool juga sangat bergantung pada beberapa pemain, seperti yang terjadi dua musim silam ketika Liverpool nyaris menjadi juara Premiere League sebelum performa uruk mereka di 3 pertandinganterakhir memaksa mereka harus merelakan gelar kepada manchester city dan puas sebagai runner up. Pada musim tersebut Liverpool terdongkrak dengan penampilan luar biasa dari Luis Suarez (sebelum pindah ke barca) dan Daniel Sturridge. Tetapi pada musim selanjutnya setelah kepindahan Suarez dan Sturridge cedera, penampilan Liverpool kembali kacau yang hanya  mapu finish di tangga ke-6 pada klasmen akhir.

     Sejatinya Liverpool tidak hanya bergantung pada nama tersebut musim lalu dan awal musim ini juga terlihat betapa Liverpool sangat bergantung pada sosak Cautinho yang sering kali menjadi pembeda di tim. sepertinya era kejayaan Liverpool masih harus menunggu waktu kembali, setidaknya sampai saat mereka bisa mendaratkan bintang baru di Anfield atau memaksimalkan kualitas pemain-pemain yang sudah ada. Benteke memang tampil baik selama ini, tepai sosoknya masih belum sesuai ekspektasi fans The Reds yang menginginkan pemain bintang. Penampilan Lallana juga masih biasa saja, Ibe malah masih jauh dari sosok bintang melihat bagaiman dia sering kelihangan bola akibat terlalu lama menahan bola di kakinya, wlaupun harus diakui kualitas dribblingnya juga di atas rata-rata. Alberto Moreno juga seringkali membuang peluang-peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, Clyne yang juga kadang sering terlambat kembali ke pos pertahanan. performa Sakho dan Toure juga masih biasa saja, sama dengan performa Henderson yang baru comeback dari cedera. Performa Simon Mignolet juga masih sering angin-anginan, sepertinya Liverpool perlu membeli kiper baru untuk mengantisipasi permainan Mignolet yang masih angin-anginan. Emre Can sejauh ini memang menunjukkan perkembangan yang positif, demikina juga dengan Milner.

source: http://www.gettyimages.com/
    Tapi kita tunggu saja apakah Anfield akan mendatangkan pemain bintang baru pada transfer musim dingin kali ini dan transfer musim panas nanti, atau Liverpool akan mencetak pemain bintang baru dari sosok-sosok yang sudah ada saat ini seperti Firmino, Benteke atau Can dan lainnya. Ya, kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya

[FSN] Fans dari klub yang katanya memonopoli Bundesliga.

Rabu, 13 Januari 2016

Pemerataan Infrastruktur Pendidikan Dengan Penambahan Anggaran Belanja Pendidikan Dari Penerimaan Negara Dari Pajak Dan Bukan Pajak Untuk Sektor Migas Dan Minerba.

Sumber daya alam

Pendidikan adalah hal yang vital bagi suatu bangsa dan negara. Pendidikan yang berkualitas sering kali dikorelasikan dengan kemajuan, kesejahteraan serta kemakmuran suatu bangsa. Hal ini sesuai dengan fakta yang kita temukan di lapangan bahwa negara-negara dengan indeks pendidikan tinggi ternyata juga maju secara perekonomian serta memiliki pendapatan perkapita yang relatif besar. Pendidikan ialah sarana untuk membentuk sumber daya manusia (SDM), dengan pendidikan yang berkualitas diharapkan bangsa dan negara memiliki masa depan yag lebih cerah. Tetapi apakah bangsa indonesia saat ini sudah mendapatkan pendidikan berkualitas yang merata? Jawabannya tentu saja tidak.

Pendidikan yang berkualitas di Indonesia hanya bisa diakses oleh masyarakat perkotaan saja, hal ini dikarenakan keberadaaan sekolah yang berkualitas dengan infrastruktur yang memadai hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan saja. Banyak sekali sekolah yang berada di pedesaan tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk belajar, kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, ruang belajar serta sarana seni dan olahraga. Selain timpangnya kualitas pendidikan antara kota dan desa, kualitas pendidikan setiap provinsi atau pulau juga tidak lebih baik. Sekolah-sekolah yang berada di pulau jawa umumnya memiliki kualitas dan fasilitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di indonesia. Hal ini mungkin disebabkan oleh sistem sentralisasi yang sempat berlaku indonesia sehingga kualitas dan fasilitas pendidikan di daerah sangat jauh tertinggal.
           
          Untuk meningkatkankan pendidikan berkualitas yang merata di indonesia harusnya pemerintah melakukan standarisasi atas sekolah, baik itu dari tenaga pendidik yang harus berkualitas serta infrastruktur dan sara pendidikan yang memadai. Pemerintah harus benar-benar memerhatikan sekolah-sekolah yang di daerah, pemerintah harus menunjuk tenaga-tenaga pendidik agar mau melajukan pendidikan di daerah serta membangun infrastuktur yang layak demi keberjalan pendidikan yang  berkualitas. Tetapi pembangunan infrastruktur pendidkan yang layak tentu butuh dana yang relatif besar, sedangkan kementerian-kementerian yang berhubungan erat dan mengawasi perihal pendidkan tentu memiliki dan yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan ini. RAPBN 2015 untuk penguatanmperlindungan sosial dan kesejahteraan rakyat melalui Kementerian pendidikan dan kebudayaan adalah sebesar Rp. 67,2 triliun. Anggaran ini memang meningkat dari tahun sebelumnya tetapi tidak cukup besar untuk memperbaiki kualitas insfrastruktur pendidikan di daerah. Anggaran tersebut habis digunakan untuk Melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun bagi 30,1 juta siswa SD/sederajat dan SMP/sederajat, Melanjutkan pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU) bagi penduduk usia 16-18 tahun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas, melalui:penyediaan BOS pendidikan menengah bagi sekitar 10,6 juta siswa SMA/SMK/MA dan pembangunan ruang kelas baru dan rehab ruang kelas rusak, Menyediakan bantuan bagi sekitar 6,9 juta siswa miskin SD/ SDLB/MI, 2,9 juta siswa miskin SMP/SMPLB/MTs, 1,3 juta siswa miskin SMA/SMK/MA, dan 194,8 ribu mahasiswa kurang mampu penerima Bidik Misi, Memantapkan pelaksanaan sistem pendidikan nasional, antara lain dengan penyempurnaan kurikulum, sistem pembelajaran, dan perbukuan. Maka tidak ada cara lain selain menambah anggaran belanja untuk kementerian yang berhubungan erat dengan pendidikan seperti kementerian pendidikan dan kebudayaan serta kementerian riset dan pendidikan tinggi.

         APBN 2015 menunjukkan belanja untuk pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah pusat adalah 3,32% total anggaran belanja, hal itu tentu saja masih kurang jika pemerintah berencana untuk membuat infrastruktur yang berkualitas dan merata. Ada beberapa cara supaya anggaran belanja pendidikan dapat ditambah. Opsi-opsi yang ada adalah memotong anggaran belanja kementerian lain, memotong anggaran belanja untuk subsidi baik itu subsidi energi ataupun subsidi non energi, mengurangi anggaran belanja untuk transfer ke daerah, dan yang terakhir adalah menggenjot pendapatan negara supaya bisa dialokasikan ke belanja pendidikan.
Tiga opsi pertama tampak sangat tidak memunginkan untuk dilaksanakan. Tidak mungkin bagi pemenrintah untuk memotong anggaran belanja untuk kementerian lain, karena hal itu sudah didesain sedemikina rupa sesuai porsinya demi keberjalanan kementerian tersebut. Opsi pemotongan subsidi dari pemerintah juga dirasa belum memungkinkan karena masih banyak, yaitu 12% dari total penduduk indonesia masih berada bibawah garis kemiskinan serta masih terdapatnya 16,2% penduduk indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dunia atau penghasilannya dibawah U$ 1,25 per hari. Opsi selanjutnya berupa mengurangi anggran belanja berupa transfer ke daerah juga tidak memungkinkan.

Opsi yang paling memungkinkan adalah opsi terakhir yakni menaikkan pendapatan negara sehingga dapat dialokasikan untuk belanja infrastruktur pendidikan. Tabel diatas merupakan uraian pendapatan negara pada tahun 2014 dan 2015. Dari tabel diatas dapat disimpulkan beberapa sektor strategis yang dapat memingkatkan pendapatan negara. Tentu saja penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) harus ditingkatkan. Sektor strategis yang harus dikelola lebih baik agar mempeoleh nilai tambah yang lebih baik adaalah sektor pertambangan minerba dan sumber daya alam migas.
Sumber daya migas benar benar harus dikelola dengan baik, memang untuk saat ini harga minyak duni sedang turun, tetapi ini bukan kali pertama harga minyak dunia turun sampai level U$ 44,34/barel (data november 2015), maka sangat mungkin kedepannya harga minyak kembali naik ke level U$80-150/barel. Pemerintah seharusnya merevisi undang-undang (UU) no 22 tahun 2001 tentang migas yang disusun oleh kementerian esdm. Pemerintah seharusnya menetapkan sistem royalti dan pajak dalam setiap izin usaha migas yang terbitkan. Sistem tersebut seharusnya diajukan untuk mengganti sistem yang lama yakni skema kontrak bagi hasil (production sharing contract) pada kontrak kerja sama sebelumnya. Besar royalti yang ditetapkan pemerintah berkisar 20-35% dari gross revenue sehingga pemerintah dapat memperoleh nilai lebih atas setiap izin usaha migas. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memperbesar lifting minyak, hal ini dapat dipertimbangkan nanti ketika harga minyak kembali naik. Kalau bisa lifting minyak harus ditingkatkan akan berdapak langsung pada kenaikan penerimaan perpajakan dan jika memungkin indonesia bisa swasembada energi. Hal selanjutnya ada mengiatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan migas, serta mengelola sendiri cekungan cekungan minyak yang ada.
Begitu pula untuk sektor pertambangan minerba, memang untuk saat ini harga batubara sedang anjlokdi angka U$54/ton (data november 2015), tetapi masih ada peluang bahwa harga batu bara kembali normal kedepannya. Harga bijih juga tidak kunjung membaik, tetapi diprediksi pada kuartal pertama tahun depan harga beberapa bijih kembali normal, seperti tembaga. Tetapi pemerintah masih dapat menambah pendapatan dari sektor ini yakni dengan menaikkan royalti untuk beberapa komoditas bijih dan batubara. Saat ini royalti minerba di indonesia adalah sebagai berikut : tembaga (4%), emas (3,75%), bijih besi (3%), batubara (3%-7%) nikel (ore (5%), frronickel (4%), nickel matte (4%) dan bauksit (3,75%). Kita dapat meniru konsep royalti di Filipina yakni sesuai kesepakatan dengan minimal 5% atau konsep royalti peru yakni berkisar 1-12%. Pemerintah indonesi masih terlalu takut akan investor asing, sehingga tidak berani menaikkan royalti. Seandainya pemerintah secara tegas melaksanakan amanat UUD 1945 dan UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Pemerintah juga seharusnya mulai mengevaluasi kontrak karya yang berlaku dan menasionalisasikan aset-aset asing yang beroperasi di indonesia, sehingga kekayaan alam bangsa ini dapat dirasakan sepenuhnya oleh rakyat.
Jika opsi tersebut berhasil dan pemerintah mendapatkan dana segar dari sektor migas dan minerba, dana itu daoat dialokasikan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan serta kementerian riset dan pendidikan tinggi supaya dapat memperbaiki infrastruktur pendidikan sehingga seluruh elemen masyarakat di indonesia dapat merasakan pendidikan yang berkualitas dan merata. Beberapa infrastruktur yang harus disiapkan adalah, perpustakaan, laboratorium, sarana seni dan olahraga serta akses internet. Kenapa internet dibutuhkan karena saat ini arus informasi melalui internet sangat masif. Kita dapat menemukan dan belajar apa saja dari internet, tetapi sayangnya hanya 15,4% warga indonesia yang dapat mengakses internet tertinggal jauh dari malaysia (65,8%).
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, pendidikan dapat membentuk pola pikir yang kreatif, memahami budaya, etika dan nilai sosial, pendidkan juga dapat memperbaiki tingkat ekomoni serta mengangkat harkat dan mertabat suatu bangsa. Dan yang paling penting semua bangsa besar yang hebat pasti didirikat oleh orang-orang cerdas dan terdidik. Semua penemuan-penemuan yang mengubah dunia ke arah yang lebih baik juga ditemukan oleh orang-orang yang mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Maka apa salahnya bangsa indonesia mulai berinvensatasi pada pendidikan melalui perberbaikan infrastruktur pendidikan dengan penambahan anggaran belanja untuk sektor pendidikan. Harapannya dengan investasi di bidang pendidikan beberapa tahun ke depan indonesia bisa menjadi negara maju, makmur dan sejahtera.

Selasa, 09 Juni 2015

Kecerdasan Buatan?

         Dua hari terakhir saya baru saya selesai menonton 2 film dengan genre yang sama yaitu Science-fiction. Dan dengan sangat kebetulan kedua fim ini membahas hal yang bisa saya katakan sama yaitu mengenai AI (Artificial Intelegence). Mengenai review dari film tersebut, mungkin akan saya ulas di kemudian hari. Saat ini saya ebih tertarik membahas mengenai AI atau kecerdasan buatan itu sendiri.

       Mengenai kecerdasan  buatan sepertinya saya tidak perlu menceritakan panjang lebar, tetapi disini saya sertakan pengertian kecerdasan buatan versi Wikipedia. Kecerdasan Buatan atau Intelegensi Artifisial (bahasa InggrisArtificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzyjaringan syaraf tiruan dan robotika. (Source: Wikipedia.org). Intinya kita sebenarnya telah terbiasa menggunakan produk dari kecerdasan buatan, seperti komputer dan berbagai permainan di dalamnya, dan tentu saja hal yang paling menarik untuk dibicarakan adalah robotika.

        Pada film Chappie, seorang programmer membuat sebuah program bagaimana sebuah robot bisa berfikir, bisa memikili kesadaran seperti seorang manusia (Human), dimana robot tersebut bisa belajar dan mengambil keputusan sendiri. Seperti memberikan jiwa dalam robot tersebut, sehingga seakan-akan dia hidup.Begitu pula pada film Ex Machina yang menceritakan tentang CEO perusahaan search engine terbesar mengundang seorang programmer untuk menentukan sudah cukup cerdaskah robot yang dibuat berdasarkan emosi, mimik wajah, suara dan berbagai sense dari manusia yang telah disadap dari penggunaan telepon seluler dari berbagai penjuru dunia.

        Kemudian pertanyaan yang muncul apakah kelak, hal tersebut benar-benar bisa terjadi? Bahwa kita bisa menciptakan robot yang dapat  berfikir, mengolah data dan mengambil keputusan seperti layaknya manusia. Apakah kelak kita dapat menciptakan robot untuk segala keperluan?. kemungkinan hal itu terjadi sebenarnya cukup mungkin. mengingat kita memasuki era internet of things atau sebagian orang malah menyebut internet of everything (IoE). Banyak kalangan baik itu peneliti pribadi atau institusi benar-benar fokus mengembangkan kecerdasan buatan ini sendiri.

      Selanjutnya dalam kecerdasan buatan itu sendiri kita memiliki parameter tersendiri untuk menentukan seberapa pintarkah robot ataupun bisa dikatakan program yang telah dibuat. Parameter tersebut dikenal sebagai Turing Test. Alan Turing Ilmuwan kebangsaan Inggris adalah peneliti peneliti-peneliti komputer modern digital pertama. Selain itu dia adalah orang pertama yang berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Dia mengatakan bahwa komputer dapat menjalankan berbagai program. Tes Turing adalah ujian yang menentukan apakah suatu mesin mampu menunjukkan perilaku cerdas yang mirip dengan atau tak dapat dibedakan dari manusia. Dalam ujian ini, seorang penentu melakukan perbincangan dengan manusia dan mesin yang tak dapat dibedakan dari manusia biasa. Semua peserta dipisah satu sama lain. Jika sang penentu tak mampu membedakan mesin dari manusia, mesin itu dikatakan telah lulus ujian ini. Tes ini tidak memeriksa kemampuan menjawab dengan benar, tetapi seberapa mirip jawaban mesin dengan manusia. Perbincangan dibatasi melalui teks seperti papan ketik dan layar, sehingga hasilnya tidak diganggu oleh kemampuan mesin untuk mengubah kata-kata menjadi suara.

       Dan jika suatu saat kita berhasil membuat sebuah robot yang berhasil melewati tes turing dan kita tidak mampu membedakan apakah dia manusia atau robot, maka satu konklusi yang jelas adalah robot menjadi lebih pintar dari manusia. Dan apakah itu bisa terjadi? Kita lihat saja, sepertinya kecerdasan buatan sebentar lagi akan memasuki era emasnya. Perihal masa depan, siapa yang tahu!

© 2013 My Alpha Project. All rights resevered. Designed by Templateism